Selasa, 29 November 2016

THE INTERVIEW?



Hallooo!!!!

Kali ini aku bakal ngeshare tentang pengalaman aku interview pertama kali sama turis atau biasa dipanggil bule.

Jadi interview turis itu adalah salah satu tugas di SMK Telkom Banjarbaru, khususnya pelajaran Bahasa Inggris. Gatau sih ini tugas wajib atau engga soalnya emang setiap tahun pasti bakal dikasih tugas sama guru Bahasa Inggris buat interview sama Turis. Tapi sebenernya tugas interview ini kalau kita Study Tour, nah kan ke Bali tuh banyak bulenya jadi dikasih deh tugas buat interview.
Karena kelasku gak ada yang ikut study tour, jadi kami nyari bulenya di sekitaran Banjarbaru Banjarmasin ajaa. Perkelas dibagi jadi beberapa kelompok gitu, bukan disuruh sendiri-sendiri. Kebetulan aku jadi Leader dikelompok interview bule ini, dan dan anggota kelompok aku ituu ada :
-          Syarkiah a.k.a Kiki
-          Zainnur
-          Lulu a.k.a Mahiroh
-          Puspa

Awalnya sih biasa aja dapet tugas beginian, turis kan lumayan banyak di Banjarbaru sama Banjarmasin. Tapi yang susah itu ketemuannyaaaa!! Kita berlima (baca: dina, zainnur, kiki, lulu, puspa) mikirnya ini sementang bule seenak jidat aja ngebatalin janji. Tapi kita udah syukur lah ya dia mau di interview hahaha.

Nama Turis yang kami interview itu namanya Kelly Oetara, seorang siswi pertukaran pelajar dari Holland, Belanda. Kelly tinggal di Banjarmasin dan sekolah di SMA Negeri 7 Banjarmasin dan baru 2 bulan di Banjarmasin dan dia cuman 11 bulan disini terus dia bakal balik lagi ke Holland. Awalnya kenal Kelly itu minta bantuan sama adek kelas di SMAN 7 Banjarmasin yang kebetulan temenku. SMAN 7 Banjarmasin (Smaven) emang dikenal banyak murid pertukaran pelajar gitu, jadi aku langsung ngehubungin temenku yang sekolah di Smaven.

Dikasih sama temenku itu kontaknya Kelly, seangkatan katanya temenku. Menurutku enak sih kan seumuran jadi enak kalo ngobrol. Pas udah ngeadd kontaknya, pertama kali chat sama bule nih jadi lumayan dag dig dug gitu hahaha.

Singkat cerita pas udah bener-bener dapet waktu janjian buat interview dan itu setelah beberapa kali mengalami pembatalan karena masalah waktu dan urusan masing-masing, kami berlima datang ke Smaven buat ngeinterview Kelly emang karena janjiannya disitu aja biar gak ribet. Gugup? Pasti! Ini pertama kalinya interview langsung tatap muka ngomong panjang lebar sama orang asing yang bukan berkebangsaan Indonesia.

Awalnya canggung, tapi lama-lama kami bisa sedikit akrab terus juga nyambung, kami juga banyak tanya tentang Banjarmasin sama Kelly dan Kelly bilang dia suka tinggal di Banjarmasin, dia juga bilang Banjarmasin itu besar, orang-orangnya sederhana dan ramah dan masih banyak lagi.

take a selfie with Kelly

Selasa, 08 November 2016

BAHAYANYA ROKOK DAN NARKOBA!!!







Penyalahgunaan Narkoba


Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk dicoba – coba, ikut trend/gaya, lambing status social, ingin melupakan persoalan dll – maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga dengan kecanduan. Tingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut:


1) coba-coba;


2) senang-senang;


3) menggunakan pada saat atau keadaan tertentu;


4) penyalahgunaan; 5) ketergantungan.

Dampak Penyalahgunaan Narkoba


Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik,



1. Dampak Fisik:


1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi


2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah


3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim


4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru


5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur


6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual


7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid)


8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya


9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian


2. Dampak Psikis:


1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah


2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga


3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal


4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan


5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri


3. Dampak Sosiai:


1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan


2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga


3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram


Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.


Bahaya Narkoba Bagi Remaja


Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.


Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.




Penyebab Remaja Merokok


1. Pengaruh 0rang tua


Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).


2. Pengaruh teman.


Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)


3. Faktor Kepribadian.


Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun satu sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna


dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).


4. Pengaruh Iklan.


Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).
MENANGANI MASALAH YANG TERJADI PADA REMAJA

Selain ketiga masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja seperti yang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain pada remaja seperti tawuran, kenakalan remaja, kecemasan, menarik diri, kesulitan belajar, depresi dll.


Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :


Peran Orangtua :


· Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita


· Membekali anak dengan dasar moral dan agama


· Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak


· Menjalin kerjasama yang baik dengan guru


· Menjai tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat


· Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak


· Hindarkan anak dari NAPZA


Peran Guru :


· Bersahabat dengan siswa


· Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman


· Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler


· Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga


· Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP


· Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas


· Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain


· Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek setempat


· Mewaspadai adanya provokator


· Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah


· Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembang secara sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial


· Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZA Peran Pemerintah dan masyarakat :


· Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti


· Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak melalui olahraga dan bermain


· Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas


· Memberikan keteladanan


· Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya secara tegas


· Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan


Peran Media :


· Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia)


· Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)


· Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas biaya khusus untuk remaja